Thionghoa mendominasi kewirausahaan

Begitulah pertanyaan yang kadang ada dibenak kita” kenapa banyak sekali orang-orang bermata sipit dan berkulit putih itu” sering atau banyak memiliki gerai” atau pun ruko” bahkah mal-mal besar di negeri ini, kenapa selalu banyak orang bemata sipit yang selalu menjadi raja bisnis di negeri tercinta ini, kan seharusnya kita sendiri yang harus jadi raja di tanah kelahiran nenek moyang kita ini( kenapa ini bisa terjadi ?)” pertanyaan ini di lontarkan saat bincang kick andy di metro tv, pertanyaan di tujukan kepada ir ciputra ( dengan perusahaan ciputranya), alasanya sangat simple saja. sebenarnya terbentuknya orang menjadi pengusaha lebih cenderung karena faktor2 berikut ini :

  1. keluarga
  2. lingkugan kita
  3. pendidikan bisnis

itulah faktor mengapa orang bermata sipit memiliki banyak akses kedalam bidang bisnis ketimbang kita manusia berkulit sawo matang ( alias orang jawa) mereka terlahir dari keluarga yang menanamkan nilai bisnis”, saat mereka terlahir dinunia mereka sudah melihat barang dangangan orang tua mereka”, melihat orang tua mereka berkerja keras mengembangkan bisnis, dari mengangkut sembako, membungkus gula, sampai mengantar matrial, ketika meraka terlahir dari keluarga yang seperti inilah , pola pikir anak2 orang bermata sipit ini ( cina) sudah terbentuk sejak kecil bahkan tida cuma sebentar pembentukan karakter tersebut, kegiatan tersebut mereka lihat sampai mereka dewasa”, berbeda dengan kebanyakan (keluarga) orang berkulit sawo matang ( jawa), sejak lahir sudah melihat orang tua mereka menjadi pelayan masyarakat(  polisi,jaksa,guru sampai lurah), melihat orang tua mereka enjoy dengan dengan uang pensiun mereka’, sehingga pola pikir seperti ini sudah terbentuk tidak hanya sebentar, bahkan sampai dia dewasa, sehingga tidak salah ketika kita melihat banyak pelamar pekerjaan adalah orang2 berkulit sawo matang( jawa), dan bos nya orang bermata sipit ( cina) ,  karena memang pola didikan keluarga sudah berbeda , tapi begitulah faktor keluarga inilah yang paling mendukung hitam putihnya kita”.

lingkuangan kita adalah faktor yang juga sangat mempengarui kita, ketika terlahir kita sudah terbiasa dengan meminta2″ ( maksudnya minta kepada orang tua), kita tidak didik untuk bisa berkarya dan menghasilkan sesuatu yang bisa mencukupi kebutuhan kita sendiri,faktor lingkuang yang cenderung netral dan slow-slow, lingkungan dimana kita harus sekolah-belajar-sekolah-belajar-sekolah-belajar terus mencari kerja-mencari kerja ( sebenarnya ga ada yang salah sih” dengan lingkungan seperti itu dan wajar2 aja”) tapi untuk bisa menjadi pebisnis lingkungan untuk bisa menciptakan peluang” mempraktekan peluang, meniru peluang adalah hal yang terpenting,dalam perjalanan bisnis kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: