Tips singkat memilih PHP framework

Ketika kita dihadapkan pada sebuah project web yang memang memerlukan pengerjaan dari awal dan CMS yang ada tidak memenuhi requirement, pilihan-nya ada tiga. Pertama, bikin semuanya dari awal, termasuk fungsi-fungsi, class-class dsb. Cara pertama mungkin sangat tidak dianjurkan kecuali anda punya waktu banyak dan yakin dengan kemampuan yang dimiliki. Cara kedua, menggunakan fungsi-fungsi dan class-class yang udah ada, tinggal make aja. Cara kedua sepertinya lebih bermartabat dan lebih cepat, tapi kadang agak repot meng-update libraries yang kita gunakan satu-satu.

Cara ketiga dan yang sekarang lagi populer adalah menggunakan PHP framework. Selain tidak direpotkan dengan mengupdate libraries yg berbeda-beda, PHP framework ‘memaksa’ kita utk mengikuti standar yang udah diterapkan, tentu tujuan pemaksaan ini adalah hal yang positif. Tapi tetep, dari sekian banyak pilihan framework, masing-masing menawarkan kelebihan dan kekurangan. Untuk itu perlu kiranya semacam patokan dalam memilih PHP framework yang paling sesuai dengan project yang akan kita kerjakan.

Jangan lihat fitur-nya
maksud saya jangan terlalu lihat fitur yang ditawarkan dari PHP framework, tapi lihat apakah fitur tersebut kita perlukan. Selalu lihat dari sisi pandang requirement project yang kita kerjakan bukan dari banyak dan ragam fitur yang ditawarkan. Kalo project kita gak memerlukan fitur macam i18n multi languange ato active record, ngapain kita ngotot mewajibkan pilihan yang kita gunakan harus men-support fitur2 yang tidak kita gunakan ( untuk saat ini) ?

Seberapa banyak waktu yang dimiliki
Beberapa framework memerlukan learning curve yang berbeda-beda. Jika waktu yang anda miliki relatif sempit, sebaiknya pilihlah framework yang mudah untuk dipelajari, di pasang dan dijalankan. Cobalah untuk mendownload beberapa framework yg populer, pasang dan bermain sedikit. Biasanya setiap framework memiliki tutorial mini bagi pemula yang ingin mencicipi. Kalo anda merasa nyaman, ini bisa menjadi faktor penentu dalam memilih.

Dokumentasi & Komunitas
Repot juga ketika kita mempunyai masalah tapi gak ketemu penyelesain-nya. Dokumentasi adalah faktor utama dalam memilih PHP framework. Pastikan dokumentasi dari framework yang anda pilih itu lengkap, mudah dipahami dan selalu uptodate. milis, wiki dan forum yang aktif menjadi ciri bahwa framework tersebut banyak digunakan dan memiliki komunitas yang aktif pula.

Third Party Support
Kadang fitur inti dari HP framework yang kita gunakan belum mencukupi maka pilihan selanjutnya adalah menggunakan fitur yang disediakan oleh developer-developer diluar developer inti. Pastikan framework yang anda gunakan memiliki beragam plugin/library/component tambahan yang akan berguna kelak jika kita ingin menambahkan fitur-fitur baru.

Terakhir, jangan dengarkan pendapat orang lain
Maksud saya, semakin banyak masukan, pasti semakin bingung🙂. Kadang sedikit pilihan lebih baik daripada terlalu banyak pilihan. Terlalu banyak menimbang, memakan waktu lama dan waktu kita akan habis hanya untuk meng-explore masing-masig framework yanga gak akan habis-habis. Jadi ingat, gunakan waktu secukupnya untuk memilih dan mencoba berbagai PHP framework kemudian stick with that choice.

Berikut beberapa PHP framework yang sedang terkenal dan populer (di list acak). Tapi tidak menutup kemungkinan masih banyak framework lain yang tidak di list disini namun justru lebih sesuai dengan requirement anda, jadi.. Happy exploring!😀

* CodeIgniter
* CakePHP
* Zend Framework
* Symfony
* Prado

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: